Sosialisasi Peran Kader, Perkuat Nagari Siaga Tuberkulosis di Padang Pariaman
PADANG PARIAMAN, 5 November 2026 — Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman menggelar kegiatan sosialisasi peran kader dalam program Nagari Siaga Tuberkulosis selama dua hari di Aula Dinas Kesehatan. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam memutus mata rantai penularan penyakit TB di wilayah setempat.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. Engga Lift Irwanto. Hadir pula jajaran pengelola program kesehatan serta ratusan kader Nagari Siaga Tuberkulosis yang datang dari berbagai nagari se‑Kabupaten Padang Pariaman. Suasana acara berjalan tertib dan penuh semangat untuk bersama‑sama menangani masalah kesehatan ini.
Dalam sambutannya, Sekda Hendra Aswara menegaskan bahwa Tuberkulosis bukan hanya masalah kesehatan perorangan. Penyakit ini juga berdampak luas pada sisi sosial‑ekonomi masyarakat, mulai dari penurunan produktivitas keluarga hingga kualitas sumber daya manusia di daerah. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya diserahkan kepada tenaga medis saja.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030. Untuk mewujudkan sasaran tersebut, dibutuhkan langkah‑langkah menyeluruh, mulai dari penemuan dini kasus, pengobatan yang tuntas, hingga upaya pencegahan penularan. Di sinilah program Nagari Siaga Tuberkulosis berperan sebagai wadah partisipasi warga di tingkat paling bawah.
Sekda kembali menekankan bahwa para kader adalah ujung tombak penanggulangan TB yang berada paling dekat dengan masyarakat. Tugas mereka bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penggerak warga, penemu kasus terduga, pendamping pasien selama pengobatan, serta jembatan penghubung antara masyarakat dengan fasilitas kesehatan terdekat.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Efriyeni, melaporkan kegiatan diikuti sebanyak 240 peserta yang dibagi menjadi dua angkatan. Hari pertama dihadiri 104 kader dari 52 nagari beserta 13 pengelola program promosi kesehatan puskesmas, sedangkan hari kedua diikuti 102 kader dari 51 nagari dan 12 pengelola program kesehatan.
Anggaran kegiatan berasal dari sisa Dana Alokasi Umum tahun 2026 yang dikelola Dinas Kesehatan dan digunakan secara transparan serta akuntabel. Dr. Efriyeni berharap setelah mengikuti sosialisasi, para kader semakin paham tugasnya dan mampu menjadi motor penggerak masyarakat untuk mendeteksi dini kasus serta mendampingi pasien sampai pengobatan selesai.
Program Nagari Siaga Tuberkulosis ini sejalan dengan visi Kabupaten Padang Pariaman menjadi daerah maju dan sejahtera. Keberhasilan penanggulangan TB membutuhkan kerja sama pemerintah nagari, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga, agar setiap nagari menjadi wilayah yang peduli dan tanggap, menuju Padang Pariaman bebas Tuberkulosis pada tahun 2030.
Anas pilihan

Posting Komentar
0 Komentar