Type Here to Get Search Results !

Paket Pengadaan WTP Dinkes Padang Pariaman Diduga Bermasalah, Peralatan Miliaran Rupiah Nyaris Tak Terpakai

Paket Pengadaan WTP Dinkes Padang Pariaman Diduga Bermasalah, Peralatan Miliaran Rupiah Nyaris Tak Terpakai

2026-11-01


PADANG PARIAMAN — Dugaan ketidakberesan dalam paket pekerjaan pengadaan peralatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman mulai menyeruak ke ruang publik. Meski kegiatan ini dilaksanakan sejak tahun lalu, persoalan terkait manfaat dan harga peralatan baru terungkap secara luas belakangan ini, memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat.

 

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengadaan unit Water Treatment Plant (WTP) yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Ironisnya, peralatan yang sudah didatangkan ke sejumlah Puskesmas ini justru dinilai kurang bermanfaat oleh pihak yang seharusnya menggunakannya. "Kami bukan butuh ini. Tapi karena sudah datang, tak elok pula untuk ditolak," ungkap seorang staf Puskesmas yang berlokasi di kawasan pinggir pantai, dengan nada keberatan.

 

Keterbatasan fungsi terlihat nyata. Peralatan yang dirancang untuk mengolah air ini pada kenyataannya hanya sesekali digunakan untuk mencuci peralatan medis, dan itupun hanya saat pasokan air bersih dari PDAM sedang terhenti. Jika saluran air biasa berfungsi normal, keberadaan alat tersebut seakan terlupakan begitu saja di lokasi.

 

Persoalan kian mengemuka ketika muncul dugaan kuat adanya penggelembungan harga atau praktik mark up dalam proses pengadaan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, perangkat yang fungsinya setara dengan mesin pengolahan air galon isi ulang dan di pasaran harganya tidak sampai Rp100 juta per unit, justru dibandrol seharga Rp300 juta per unit dalam anggaran tersebut.

 

Jumlah total yang diadakan pun tidak sedikit. Sebanyak tujuh unit WTP didistribusikan ke tujuh Puskesmas berbeda di wilayah Padang Pariaman pada tahun 2025 silam. Namun kenyataannya, hingga kini tidak ada satu pun Puskesmas yang memanfaatkan alat tersebut untuk menghasilkan air minum isi ulang bagi warga maupun untuk kebutuhan pelayanan kesehatan sehari-hari.

 

Fisik peralatan itu pun terabaikan. Sebagian diletakkan di dalam gudang, ada yang tersimpan di lorong bangunan, bahkan tidak sedikit yang terlihat tergeletak di luar bangunan utama Puskesmas tanpa perlindungan yang memadai. Hal ini semakin menegaskan bahwa sejak awal kebutuhan atas peralatan tersebut tidak benar-benar dirasakan oleh instansi penerima.

 

Pihak yang memantau persoalan ini menilai bahwa proses pengadaan WTP ini sarat dengan ketidakwajaran, mulai dari tahap perencanaan, penyusunan anggaran, pelaksanaan pengadaan, hingga penempatan peralatan di lokasi yang tidak tepat sasaran. Jika dugaan ini terbukti benar, maka hal ini sangat merugikan keuangan negara dan mempertanyakan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.

 Di konfirmasi kepada salah seorang dengan kabid di dinkes padang pariaman dengan jawaban menunggu arahan pimpinan (kadinkes padang pariaman) 

Hingga berita ini diturunkan, belum terungkap secara pasti pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengadaan tersebut, termasuk nama kontraktor pelaksana yang ditunjuk. Masyarakat berharap instansi yang berwenang segera menelusuri kebenaran persoalan ini dan menindaklanjuti agar kerugian negara dapat dipulihkan dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

 Team solid

Posting Komentar

0 Komentar
Terima Kasih Telah Mengunjungi Portal Berita CAKRA NEWS.COM, Semoga kabar yang kami sampaikan menambah bahan informasi anda !!