Hj. Endarmi Reses di SMA Negeri 1 VII Koto, Wajah Baru dan Harapan Baru untuk Kemajuan Pendidikan
Kehadiran Hj. Endarmi, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Komisi V bidang pendidikan, di SMA Negeri 1 VII Koto bukan sekadar agenda reses. Di balik pertemuan itu, ada suara sekolah yang ingin didengar, ada kebutuhan yang harus diperjuangkan, dan ada harapan besar agar pendidikan di VII Koto bergerak menuju arah yang lebih baik.
Kedatangan Hj. Endarmi disambut hangat oleh keluarga besar SMA Negeri 1 VII Koto melalui tari pasambahan dan gendang tasa. Sambutan tersebut menjadi ungkapan penghormatan sekaligus apresiasi atas kepedulian wakil rakyat yang hadir langsung untuk melihat dan mendengar kondisi sekolah.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMA Negeri 1 VII Koto, Aziz Prima Syahrial, S.Pd., MM., Ketua Komite Sekolah, para guru, wali murid, siswa, serta wali nagari terpilih.
Dalam momentum tersebut, pihak sekolah menyampaikan salah satu persoalan yang cukup mendesak, yakni kekurangan komputer akibat sejumlah perangkat yang telah rusak. Di era pendidikan berbasis teknologi, keterbatasan fasilitas bukan lagi persoalan kecil. Ketika perangkat belajar terbatas, kesempatan siswa untuk berkembang pun ikut terbatas.
Aspirasi tersebut disampaikan kepada Hj. Endarmi dengan harapan dapat diperjuangkan melalui dana pokok-pokok pikiran (Pokir) sesuai ketentuan yang berlaku. Harapannya sederhana, tetapi sangat berarti: agar anak-anak SMA Negeri 1 VII Koto dapat belajar dengan fasilitas yang layak dan memiliki kesempatan yang sama untuk menatap masa depan.
Di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru, Aziz Prima Syahrial, S.Pd., MM., SMA Negeri 1 VII Koto memasuki babak baru. Wajah baru harus melahirkan semangat baru, dan semangat baru harus dibuktikan dengan kerja nyata.
Kepala sekolah bukan hanya pemegang jabatan administratif. Ia adalah pemimpin yang dituntut mampu memberikan arah, keteladanan, disiplin, dan keberanian untuk melakukan pembenahan. Kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang mampu merangkul guru, mendengarkan siswa, menghargai orang tua, bekerja sama dengan komite, serta membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.
Sekolah yang maju tidak lahir dari satu orang. Sekolah yang maju lahir ketika semua orang merasa memiliki dan bersedia mengambil bagian.
Karena itu, kontribusi pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, komite sekolah, para orang tua murid, alumni, dan masyarakat sekitar harus disatukan menjadi kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi SMA Negeri 1 VII Koto.
Berbagai kekurangan sarana dan prasarana tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Sebaliknya, keterbatasan harus menjadi pemantik untuk berbenah. Dengan disiplin, perencanaan yang baik, transparansi, gotong royong, dan dukungan berbagai pihak, setiap persoalan dapat dicari jalan keluarnya.
Ketua komite dan para orang tua murid pun berharap aspirasi yang disampaikan dalam reses ini tidak berhenti sebagai sebuah catatan. Mereka menunggu tindak lanjut dan bukti nyata, karena yang dibutuhkan sekolah bukan sekadar janji, melainkan fasilitas yang benar-benar dapat digunakan oleh para siswa.
Wali nagari terpilih turut menyampaikan harapan agar SMA Negeri 1 VII Koto mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih besar. Sebab ketika sebuah sekolah tumbuh, sesungguhnya sebuah masyarakat sedang menanam investasi untuk masa depan generasinya.
Kehadiran Hj. Endarmi yang disambut dengan tari pasambahan dan gendang tasa menjadi simbol bahwa perhatian terhadap pendidikan masih memiliki tempat yang penting di tengah masyarakat.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa momentum ini benar-benar menjadi awal perubahan.
Satu komputer mungkin hanya benda mati. Tetapi di tangan seorang siswa, komputer bisa menjadi pintu menuju pengetahuan, membuka wawasan, mengasah keterampilan, dan mengantarkan langkah menuju cita-cita.
Maka, memperjuangkan fasilitas pendidikan bukan sekadar memperjuangkan barang. Ini adalah perjuangan untuk masa depan anak-anak kita.
Dengan kepemimpinan Aziz Prima Syahrial, S.Pd., MM., dukungan Hj. Endarmi, pemerintah kecamatan dan nagari, komite sekolah, guru, orang tua, serta masyarakat, SMA Negeri 1 VII Koto diharapkan mampu menghadirkan wajah baru yang lebih disiplin, lebih maju, lebih berprestasi, dan semakin dipercaya masyarakat.
Bukan hanya membangun sekolah, tetapi membangun harapan. Bukan sekadar memperbaiki fasilitas, tetapi membuka jalan bagi masa depan.
Karena anak-anak VII Koto tidak hanya membutuhkan ruang untuk belajar. Mereka membutuhkan alasan untuk percaya bahwa masa depan mereka layak diperjuangkan.
(FDJ)

Posting Komentar
0 Komentar