Strong Voter
Direktur Eksekutif Indocon, Fajar Nursahid dan Pengamat Politik Unpad Firman Manan

cakranews.com, Bandung - Ridwan Kamil masih peringkat pertama dalam hasil Survei Indocon terkait bursa pertarungan Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Survei dilakukan 100 titik yang tersebar merata di 27 Kabupaten/Kota. Tanggal 10-22 Oktober 2017 dengan 1000 responden pada tingkat kepercyaan 95 persen.

Direktur Eksekutif Indocon, Fajar Nursahid mengatakan, Hasil survei Indocon sama dengan survei lainnya.Ridwan Kamil masih diatas pesaing lainya yakni Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar.

"Ridwan Kamil, masih berada di atas dengan elektabilitas 34,6 persen. Disusul Dedi Mulyadi dengan elektabilitas 15,3 persen dan Deddy Mizwar dengan elektabilitas 11,9 persen," ujarnya dalam Pers Konfres Peta Cagub, Cawagub dan Political Endorser Terkuat di Mata Publik Jawa Barat, Bandung, Minggu (12/1/2017).

Menurutnya kendati memperoleh angka tinggi, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil posisinya masih belum aman lantaran masih banyak masyarakat Jawa Barat belum menentukan pilihanya.

"Elektabiltas Ridwan Kamil masih riskan mengingat masih banyaknya pemilih 47 persen masyarakat Jawa Barat yang belum mantap dengan pilihan," kata dia

Fajar menambahkan dengan data tersebut di atas bisa disimpulkan dari 35 persen pemilih Ridwan Kamil, strong voters-nya hanya sekitar 15 persen, masih jauh dari cukup untuk mengamankan posisinya di dalam Pilgub Jabar 2018, nanti.

"Masih bisa terjun bebas," tambahnya.

Terlebih bila kita berkaca pada pengalaman Pilgub Jabar tahun sebelumnya. Kandidat yang elektabilitasnya tinggi, ternyata kalah.

"Kasus dialami Agum Gumelar, pada tahun 2008, dan Dede Yusus tahun 2013.," jelasnya.

Padahal pada 2008-2013 lalu figur dan elktabilitas Agum Gumelar maupun Dede Yusuf sangat tinggi.


 

(Aris)