Katalog
Katalog

cakranews.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta tidak memperpanjang izin usaha hotel dan griya pijat Alexis per 27 Oktober 2017, kemarin. Tak pelak, karyawannya dirumahkan.

Kalau karyawan, mungkin mendapat pesangon. Lantas bagaimana dengan `cabe-cabean` perusahaan berlogo perempuan rebahan pamer bokong,

Beberapa hari ini, beredar katalog Alexis di grup whatsapp dalam format pdf. Apakah, cewek-cewek muda yang pasang foto di katalog tersebut, betul `cabe-cabean` Alexis.

Katalog yang dimaksud berisi 26 halaman ini, menyebutkan nama, tinggi-berat badan dan ukuran payudara para wanita yang ada di dalam katalog tersebut.

Ada beragam profesi dalam katalog tersebut. Namun yang paling banyak dari kalangan model.

Mengenai soal benar atau tidaknya katalog itu belum terkonfirmasi.

Wartawan yang mendapatkan info soal nomor kontak pribadi dari `cabe-cabean` tersebut  juga kesulitan mendapatkan kepastian mengenai kebenarannya.

Begitu dihubungi, tak satupun yang mengangkat telponnya.

Tetapi pihak Alexis sebelum beredar katalog tersebut sudah mengatakan bahwa pihaknya tidak menggelar usaha yang melanggar aturan.

Lina Novita, Legal & Corporate Affair Alexis Group mengemukakan bahwa hotel maupun griya pijat Alexis adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang pariwisata. Dimana segala sesuatu terkait perizinan maupun operasional telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

“Perlu diketahui sampai saat ini di hotel dan griya pijat kami tidak pernah ditemukan pelanggaran, baik berupa peredaran narkoba maupun kasus asusila,” kata Lina Novita kala itu.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengambil langkah tegas melakukan penutupan terhadap hotel dan griya pijat Alexis, Jakarta Utara.

Melalui surat resmi yang ditujukan kepada Direktur PT Grand Ancol Hotel, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov DKI Jakarta menyatakan tidak bisa memproses surat permohonan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang diajukan Hotel Alexis. Dengan demikian, operasi hotel yang diduga jadi ajang `prostitusi` itu tidak bisa dilanjutkan karena izinnya sudah habis per tanggal surat dikeluarkan, yakni Jumat, 27 Oktober 2017.

(Ris)