Pilpres 2019
Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

cakranews.com, Jakarta - Pemilu presiden masih 2 tahun lagi, tapi sejumlah partai politik sudah mewacanakan capres dan cawapres. Dan yang paling menyedot perhatian adalah Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Beberapa partai politik sudah mengatakan ketertarikannya pada lulusan AMN 1982 ini. Mantan Kasad ini diplot jadi wakil presiden untuk dipasangkan dengan Joko Widodo atau dengan Prabowo Subianto.

Hingga saat ini, partai-partai mana saja yang mengatakan ketertarikan dengan Gatot Nurmantyo

1. PPP

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan partainya mendukung penuh jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

“PPP mendukung jika Pak Jokowi menunjuk panglima Jenderal Gatot sebagai Wakilnya di Pilpres 2019,” ujar Arsul Sani di kompleks Parlemen Jakarta.

Banyak kader partai yang mendukung Gatot meskipun PPP belum resmi menentukan sikap secara resmi.

2. Golkar

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang digelar pada 21-23 Mei 2017 lalu di Balikpapan menghadirkan sejumlah pejabat negara, salah satunya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Kehadiran Jenderal Gatot Nurmantyo Senin (22/5/2017) di ajang Rapimnas Partai Golkar tentu menarik dibanding tamu undangan lainnya. Setidaknya hal tersebut juga tampak dari penyambutan pimpinan Partai Golkar saat mendengarkan paparan Panglima TNI selama satu jam. Teriakan sejumlah peserta Rapimnas dengan sebutan calon presiden menggema usai Gatot mengakhiri paparannya.

3. PKB

PKB juga ternyata tertarik dengan Gatot. Wasekjen PKB Daniel Johan mengatakan segala kemungkinan bisa terjadi termasuk kemungkinan PKB mengusung Gatot menjadi capres karena belum menentukan sosok untuk 2019.

Daniel mengatakan PKB terbuka bagi siapa pun yang ingin berpolitik. Untuk Gatot, Daniel menyebut sosok tersebut ‘spesial’ karena kiprahnya sebagai Panglima TNI.

“PKB tentu sangat welcome dong, apalagi Pak Gatot yang sumbangsihnya kepada bangsa dan negara sudah besar,” tutur Daniel.

(Baca: Benarkah Gatot Nurmantyo Disiapkan Untuk Cawapres 2019?)

4. PKS

Partai Keadilan Sejahtera memantau apa yang dilakukan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Bahkan PKS merasa Gatot Nurmantyo berpotensi jadi calon presiden di Pilpres 2019.

Penilaian itu disampaikan oleh Presiden PKS Sohibul Imam di Jogyakarta.“Bagi PKS, Pak Gatot adalah salah satu calon (capres) potensial. Bahkan ada daerah yang sudah meminta,” kata Sohibul Iman

Menurut Sohibul, bahwa belakangan ini sepak terjang Gatot Nurmantyo terus diamati . Ia mengatakan, wilayah yang sudah meminta untuk mendukung Gatot adalah dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

5.PAN

Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan saat ini adalah era Gatot Numantyo. Bahkan banyak partai politik yang siap menampung Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat pensiun dari jabatan Panglima TNI. Menurut PAN, partai apa pun pasti siap menampung Gatot jika ingin terjun ke dunia politik.
“Siapa juga mau kalau masukin ke partai politik ya,” kata Ketum PAN Zulkifli Hasan di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.
Menurut Zulkifli, tidak mudah menarik jenderal bintang 2 yang telah pensiun dari TNI untuk terjun ke dunia politik.

6. Demokrat

Partai Demokrat siap menampung Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk berpolitik jika telah pensiun. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan partainya bersedia menerima Gatot selama sesuai dengan platform Demokrat. Platform Demokrat. Demokrat nasionalis religius.

7. Nasdem

Anggota Dewan Pakar DPP Nasdem Taufiqulhadi mengakui Nasdem belum memutuskan nama untuk diusung dalam Pemilihan Presiden 2019. Sebab, partai pimpinan Surya Paloh itu belum mengambil keputusan dalam forum Rakornas dan Rapimnas.

Namun Nasdem sudah dengah tegas mengataka jika calon presidennya adalah okowi. “Kalau satu dari militer itu, harus dipertimbangkan adalah Gatot. Kalau dari sipil yaitu Sofyan Djalil,” kata anggota Dewan Pakar NasDem Taufiqulhadi di DPR, Senayan, Jakarta.

(Yos)