Myanmar
mizzima.com/ Hafiz Burmi, militan Myanmar berafiliasi ke ISIS

cakranews.com- Intelejen India dan Bangladesh memperingatkan Myanmar bahwa situasi di provinsi Rakhine, Myanmar bisa dimanfaatkan oleh ISIS yang memakai kedok oknum di Pakistan.

Disebutkan bahwa Hafiz Thohar, pimpinan militer ARSA (Arakan Rohingya Salvation Army) melakukan hubungan telepon 3 kali dalam durasi lama pada 23 dan 24 Agustus lalu. Hal ini yang memicu pemberontakan kelompok militan Arakan pada polisi Myanmar. Hafiz berbicara dengan orang yang bernama alias Brigadir Asfagh dan Mayor Salamat, yang disebut sebagai agen dari Intelejen Pakistan (Inter Services Intellegence) dan salah satu pemasok anggota untuk ISIS di Irak. Mereka berbicara selama 37 menit.

Hafiz disebut mengundang Aqa Mul Mujahideen yang dilatih di Pakistan oleh Laskar e Tayyaba. Sebelumnya Hafiz direkrut oleh Abdul Qadoos Burmi, pimpinan Harkat ul Jihad al Islami-Arakan, dari desa Kyauk Pin Siek di Myaungdaw, Myanmar pada 2014.

Sementara media Bangladesh menuding bahwa pegawai ISI dan mantan penguasa Bangladesh, Begum Khaleda Zia telah bertemu di London, Inggris. Mereka membicarakan untuk memanfaatkan isu Rohingya untuk menjatuhkan pimpinan Bangladesh sekarang, Hasina. Alasannya karena partai Awami League tidak perhatian pada etnis Rohingya.

ISIS memakai ARSA untuk membenturkan pemerintahan Myanmar dengan kaum Buddha dan Hindu fanatik.

Intelejen India beberapa saat sebelum kedatangan PM India, Narendra Modi ke Myanmar mengatakan bahwa ISIS sedang mencari panggung baru setelah mereka kalah di Timur Tengah.

Mantan sekjen PBB, Kofi Annan telah memperingatkan Myanmar akan bahaya ini. (mizzima.com)

(@baronpskd)