Walikota
BAKAR MAKSIAT - Sejumlah warga bersama Satpol PP Kota Padang membakar pondok yang diduga tempat maksiat dalam operasi razia di kawasan Bukit Lampu, Padang, Sumbar, Selasa (29/5/2012)).

cakranews.com, Padang - Mantan Walikota Padang, Fauzi Bahar melontarkan kritikan pedas kepada Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Ia menganggap orang nomor satu di Kota Padang itu "Pengecut" dalam memberantas maksiat.
 
Bahkan Fauzi Bahar mengatakan, maksiat di Padang saat ini naik 400 hingga 500 persen. Karena menurutnya, saat ini tempat-tempat pijit plus, spa diskotik kafe karaoke  tidak segan-segan memasang plang namanya besar-besar.
 
Pernyataan Fauzi Bahar yang dimuat oleh salah satu media online lokal tersebut, ditanggapi oleh anggota DPRD Kota Padang,  Muzni Zen.  Menurutnya, sebagai seorang ustad atau buya,  Mahyeldi takut masuk ke tempat maksiat. 
 
"Pak Mahyeldi seorang ustad atau buya, takut dan tidak pernah masuk ke tempat karaoke dan tempat maksiat yang banyak di kota Padang, apalagi malam hari," ujarnya,  seperti dikutip bentengsumber.com, Sabtu,  (12/8/2017).
 
Akibatnya, jelas Muzni Zen,  maksiat kian merajalela disebabkan walikota tak turun langsung melihat kondisi di malam hari. 
 
"Maka maksiat merajalela, sebab seorang walikota tidak turun lansung melihat apa yang terjadi di malam hari. Dulu pernah di atas Padang Theater, cuma bersama sama razia salon yang praktek gituan. Itu hanya 1 persen dari tempat maksiat yang ada di Kota Padang," ungkap anggota dewan dari Dapil Kuranji-Pauh ini. 
 
Ia meminta,  Walikota Padang Buya H. Mahyeldi Ansharullah bersama bawahannya untuk turun langsung di malam hari memberantas maksiat tersebut. 
 
"Saya minta walikota dan bawahan turun lansung malam hari memberantas maksiat. Dan tidak segan-segan menutup praktek yang gituan," cakapnya. 
 
Menurut politisi Partai Gerindra ini,  DPRD mendukung penuh langkah walikota, supaya lebih amal makruh nahi munkar.
 
"Sebab tidak cukup dengan khotbah serta doa saja, tapi harus ada aksi nyata turun tangan ke lokasi memberantas maksiat itu," tegasnya. 
 
Ia tak menapik tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang dalam pemberantasan maksiat. Namun, sebagai walikota Mahyeldi harus tetap turun ke lapangan. 
 
"Satpol PP betul, tapi seorang walikota harus turun tangan dan tidak percaya sama bawahan. Buktinya tambah banyak tempat maksiat," pungkasnya. 

 

 

(*/Ris)