KJP
ANTRE KJP - Ratusan warga DKI Jakarta antre pencairan KJP. Eeh yang didapat hanya print out Bank DKI

cakranews.com, Jakarta - Ratusan orangtua murid warga Kecamatan Kembangan yang antre di Bank DKI Komplek Walikota Jakarta Barat kecele. Sedang puasa, disuruh antre berjam-jam dan yang didapat juga bukan uang tunai tetapi print out pengambilan dana untuk kartu jakarta pintar (KJP).

"Puasa-puasa disuruh antre, eeh yang didapat bukan uang tunai sebagaimana yang diberitakan sebelumnya. Yang didapat hanya print out pengambilan uang tunai KJP," kata Eka warga Kedoya, Senin (19/6/2017).

Eka juga tidak tahu kapan print out Bank DKI yang telah didapatkannya bisa dicairkan jadi uang, dan berapa nilainya.

"Katanya disuruh datang minggu depan," katanya.

Eka beruntung bisa mendapatkan print out, yang tidak beruntung banyak juga contohnya Didin, warga Meruya Selatan.

"Saya belum dapat print outnya, nggak tahu besok datang lagi apa enggak. Belum jelas," katanya.

Didin berharap kepada Pemprov DKI Jakarta jangan membuat warga DKI Jakarta dipermainkan seperti ini.

"Kalau memang mau ada pencairan KJP. Kabarin yang benar dong. Jangan seperti ini," jelasnya.

HOAX

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Andrianto menegaskan bahwa isu tersebut hanya kabar bohong belaka. “Isu KJP bisa ditarik tunai sebagai THR, sama sekali tidak benar. Masyarakat, khususnya orangtua siswa penerima KJP agar tidak terpancing isu menyesatkan tersebut,” tandasnya, Senin (19/6).

Entah dari mana awal beredarnya isu tersebut, namun dengan cepat berkembang di masyarakat. Banyak sekali warga yang bertanya maupun mengeluhkan lantaran KJP-nya tidak bisa digunakan menarik uang tunai yang kabarnya sebagai THR. Atas merebaknya isu tersebut, maka Dinas Pendidikan minta bantuan sejumlah SKPD untuk menjelaskan kepada masyarakat.

Pekan lalu, para lurah se-Jakarta dikumpulkan di Balaikota DKI untuk mendapat arahan dari Biro Pemerintahan. “Hasil rapat di Biro Tapem, para lurah diwajibkan memajang informasi daftar penerima KJP untuk menangkal isu tersebut. Kini tiap kantor kelurahan dipajang, daftar penerima KJP tahap 1 tahun 2017 periode Januari-Juni, sehingga masyarakat dapat informasi yang benar,” jelas Sopan.

Sopan menegaskan bahwa sampai saat ini transaksi penggunaan dana KJP merupakan transaksi non-tunai menggunakan mesin gesek (EDC). “Selain itu, dana KJP hanya untuk kepentingan pendidikan, tidak ada kaitan dengan THR,” tandasnya. Dana KJP periode Januari-Juni tahun 2017 telah cair dan dapat digunakan untuk keperluan rutin maupun berkala sesuai Pergub 174 thn 2015 sebagaimana direvisi pada Pergub No. 141 Tahun 2016.

(Ris)