Bripka Jakamal
Melerai Tawuran Warga Bertikai Bripka Jakamal Tewas, Senjata Organiknya Dirampas

cakranews.com, Medan - Melerai warga dua kampung yang tengah bertikai, seorang polisi tewas dikeroyok, tidak hanya itu senjata api oranik yang digunakan korban untuk menghalau masa dengan aksi tembakan keudara, juga hilang dirampas warga.

"Korban meninggal dunia di rumah sakit. dia mengalami luka tusuk dan bacokan di kepala, dada, perut dan paha. Pertama sekali ditemukan, korban tergeletak di lokasi kejadian," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Ginting saat dikonfirmasi, Sabtu (3/6/2017).

Korban adalah Bripka Jakamal Tarigan (40) warga Pasar IV Desa Serbaguna Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Korban tertugas di Satuan Narkoba Polrestabes Medan.

Bripka Jakamal, saat ini berada di rumah duka milik orang tuanya di Jalan Kapten Sumarsono Medan. Informasinya, korban akan di kebumikan hari ini Sabtu 3/6/2017.

Rina Ginting menjelaskan, peristiwa tragis tersebut bermula pada Jumat (2/6/2017) sekitar pukul 22.00 WIB di sebuah warung tuak. Antara warga Jalan Serbaguna Ujung Psr IV Desa Manunggal dengan warga Gang Damar.

Di situasi yang sedang memanas itulah Bripka Jakamal berusaha melerai ke dua kubu yang bentrok. Namun tetap tidak diindahkan oleh kedua kubu yang bentrok.

Jakamal melepaskan tembakan ke udara dengan menggunakan senjata api organik miliknya. Suara tembakan peringatan tersebut tetap tidak dihiraukan warga Gang Damar.

"Malah warga semakin beringas dan menyerang korban. Setelah melihat korban jatuh ke tanah, mereka meninggalkan lokasi sambil membawa lari senjata api milik korban," ucap Rina seperti dikutip tribunnews.com.

Atas kejadian itu, lanjutnya, petugas dari Polsekta Medan Labuhan, Polres Belawan, Polrestabes Medan dan Polda Sumut yang turun langsung ke tempat kejadian perkara berhasil mengamankan senjata api korban, dan warga yang diduga pelaku pengeroyokan.

"Ketiga tersangka tersebut masih dalam pengejaran kita, satu tersangka yang sudah tertangkap adalah Tena Zebua. Tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap tersangka yang lain," pungkasnya.

Tersangka yang masih dalam pengejaran adalah Soza Nolo Lembu, Pa Yu dan Agus.

(*/Ris)