Ibnu Khaldun
Ibnu Khaldun, Ilmuwan Muslim

cakranews.com - Setiap ilmuwan pasti memiliki karya monumental yang banyak memberikan manfaat kepada manusia. Seperti ilmuwan hebat yang satu ini. Dia adalah seorang peletak dasar ilmu sosial, politik dan ekonomi. Bahkan beberapa menyebutnya sebagai Bapak Sosiologi Islam dan Bapak Sejarah. Namanya Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Abi Bakr Muhammad bin al-Hasan atau lebih populer dengan nama Ibnu Khaldun.

Lahir di Tunisia pada 27 Mei 1332 M, Ibnu Khaldun merupakan keturunan Yaman. Sejak kecil di tanah kelahirannya, dia mempelajari berbagai ilmu dari para ulama Andalusia. Dia mempelajari beragam ilmu syariat seperti hadis, ushul fikih, fikih madzhab Maliki, serta ilmu tauhid. Ia juga mempelajari ilmu bahasa, fisika, dan matematika. Studi yang ia lakukan berhasil mendapatkan nilai yang memuaskan.

Pada tahun 1352, ia berkelana ke Barat dan menetap di Fez. Kemudian ia pergi ke Timur menuju Iskandariah dan Kairo. Di sana ia bertemu dengan Mamluk Sultan al-Zhahir Barquq yang menunjuknya menjadi guru besar fikih mazhab Maliki dan hakim agung (qadhi) Mesir. Menjelang akhir hayatnya pada tahun 1401, ia bertemu dengan Timurlane di luar garis perbatasan Damaskus.

Timurlane menyambut sang ilmuwan ini dengan antusias, dan mengemukakan minatnya untuk mengangkat Ibnu Khaldun sebagai pejabat pemerintahannya. Namun Ibnu Khaldun menolaknya dan lebih memilih untuk kembali ke Kairo dan melanjutkan pekerjaanya sebagai qadhi dan menulis hingga akhir hayatnya.

Oleh para sarjana Barat, Ibnu Khaldun dinyatakan sebagai sarjana pertama yang mengemukakan prinsip sosiologi. Dan dengan pandangan-pandangannya, Ibnu Khaldun telah menyingkap prinsip-prinsip keadilan sosial dan politik ekonomi, jauh mendahului Marx dan para sarjana Barat. Arnold Toynbee mengisyaratkan bahwa Ibnu Khaldun telah menemukan dan mengembangkan filsafat sejarah.  

Buku Muqaddimah

Muqaddimah Ibnu Khaldun membahas tentang teori sosial dan politik, pengembangan masyarakat, serta pembidangan ilmu pengetahuan. Salah satu tulisan yang sangat menonjol dan populer adalah muqaddimah (pendahuluan) yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial dan masih terus dikaji hingga saat ini.

Kelebihan buku ini terletak pada bagian khusus yang mengulas tentang Afrika Utara yang sejarah dan kondisi sosialnya dia uraikan dengan amat menakjubkan. Keluasan pendengarannya telah menjadikan buku ini sebagai rujukan utama dalam sejarah penaklukan wilayah tersebut oleh bangsa Arab.

Bahkan buku ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Di sini Ibnu Khaldun menganalisis apa yang disebut dengan ‘gejala-gejala sosial’ dengan metoda-metodanya yang masuk akal yang dapat kita lihat bahwa ia menguasai dan memahami akan gejala-gejala sosial tersebut. Pada bab ke dua dan ke tiga, ia berbicara tentang gejala-gejala yang membedakan antara masyarakat primitif dengan masyarakat moderen dan bagaimana sistem pemerintahan dan urusan politik di masyarakat.

Bab ke dua dan ke empat berbicara tentang gejala-gejala yang berkaitan dengan cara berkumpulnya manusia serta menerangkan pengaruh faktor-faktor dan lingkungan geografis terhadap gejala-gejala ini. Bab ke empat dan ke lima, menerangkan tentang ekonomi dalam individu, bermasyarakat maupun negara.

Sedangkan bab ke enam berbicara tentang paedagogik, ilmu dan pengetahuan serta alat-alatnya. Sungguh mengagumkan sekali sebuah karya di abad ke-14 dengan lengkap menerangkan hal ihwal sosiologi, sejarah, ekonomi, ilmu dan pengetahuan. Ia telah menjelaskan terbentuk dan lenyapnya negara-negara dengan teori sejarah.

Ibnu Khaldun sangat meyakini sekali, bahwa pada dasarnya negera-negara berdiri bergantung pada generasi pertama (pendiri negara) yang memiliki tekad dan kekuatan untuk mendirikan negara. Lalu, disusul oleh generasi ke dua yang menikmati kestabilan dan kemakmuran yang ditinggalkan generasi pertama.

Kemudian, akan datang generasi ke tiga yang tumbuh menuju ketenangan, kesenangan, dan terbujuk oleh materi sehingga sedikit demi sedikit bangunan-bangunan spiritual melemah dan negara itu pun hancur, baik akibat kelemahan internal maupun karena serangan musuh-musuh yang kuat dari luar yang selalu mengawasi kelemahannya.

Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.

Ibnu Khaldun menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan tidak meremehkan akan sebuah sejarah. Ia adalah seorang peneliti yang tak kenal lelah dengan dasar ilmu dan pengetahuan yang luas. Ia selalu memperhatikan akan komunitas-komunitas masyarakat. Selain seorang pejabat penting, ia pun seorang penulis yang produktif. Ia menghargai akan tulisan-tulisannya yang telah ia buat. Bahkan ketidaksempurnaan dalam tulisannya ia lengkapi dan perbaharui dengan memerlukan waktu dan kesabaran. Sehingga karyanya benar-benar berkualitas, yang di adaptasi oleh situasi dan kondisi.

Jadi, nilai-nilai spiritual sangat di utamakan sekali dalam kajiannya, disamping mengkaji ilmu-ilmu lainnya. Kehancuran suatu negara, masyarakat, atau pun secara individu dapat disebabkan oleh lemahnya nilai-nilai spritual. Pendidikan agama sangatlah penting sekali sebagai dasar untuk menjadikan insan yang beriman dan bertakwa untuk kemaslahatan umat. Itulah kunci keberhasilan

Pemikiran Ibnu Khaldun telah memberi pengaruh yang besar terhadap para ilmuwan Barat. Jauh, sebelum Aguste Comte pemikir yang banyak menyumbang kepada tradisi keintelektualan positivisme Barat metode penelitian ilmu pernah dikemukakan pemikir Islam seperti Ibnu Khaldun (1332-1406).

Karya Lainnya

Karya-karya lain Ibnu Khaldun yang bernilai sangat tinggi diantaranya, at-Ta`riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-`ibar yang bercorak sosiologis-historis, dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).

Pemikiran-pemikirannya yang cemerlang mampu memberikan pengaruh besar bagi cendekiawan-cendekiawan Barat dan Timur, baik Muslim maupun non-Muslim. Dalam perjalanan hidupnya, Ibnu Khaldun dipenuhi dengan berbagai peristiwa, pengembaraan, dan perubahan dengan sejumlah tugas besar serta jabatan politis, ilmiah dan peradilan. (gom)

Sumber:

-Rida, Muhyiddin Mas. 2012. 147 Ilmuwan Terkemuka Dalam Sejarah Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Cet. Kedua (Terjemahan dari Kitab Abaqirah Ulama’ Al-Hadharah wa Al-Islamiyah Karya Muhammad Gharib Gaudah, Maktabah Alquran)

-Basori, Khabib. 2009. Ilmuwan-Ilmuwan Muslim Pengubah Zaman. Klaten: Penerbit Cempaka Putih. Cet. Kedua.

-Hadi, Saiful. 2013. 125 Ilmuwan Muslim Pengukir Sejarah. Jakarta: Insan Cemerlang dan Intimedia Cipta Nusantara. Cet. Pertama
 

(*)